Connect with us

Berita

JTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar

Diterbitkan

||

DESTINASI BARU: Jatim Park group akan membangun destinasi wisata baru Batu Love Garden. Tampak pintu gerbang Batu Love Garden
DESTINASI BARU: Jatim Park group akan membangun destinasi wisata baru Batu Love Garden. Tampak pintu gerbang Batu Love Garden

Memontum Kota Batu – Pengembangan bisnis pariwisata di Kota Batu oleh Jatim Park group terus dilakukan meski dalam kondisi covid -19. Hal ini terlihat dengan adanya kegiatan pembangunan wahana wisata baru Jatim Park 4 (Batu Love Garden) yang berlokasi di antara Desa Pandanrejo dan Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Owner JTP Group, Paul Sastro Sendjojo dalam sosialisasi pembangunan Batu Love Garden di hadapan seluruh Ketua RT Desa Bumiaji di Pendopo Sasono Hamong Projo Kantor Desa Bumiaji Kota Batu, Rabu (5/8) menjelaskan, destinasi wisata baru ini menampung semua konsep yang dirancang seputar dunia pertanian.

Owner JTP Group, Paul Sastro Sendjojo

Owner JTP Group, Paul Sastro Sendjojo

“Jatim Park sebagai destinasi wisata Kota Batu ingin melibatkan masyarakat Bumiaji yang dominan sebagai petani. Seluruh operasional ini dikerjakan oleh masyarakat. Banyak potensi yang bisa digarap. Selama ini sektor pertanian mayoritas dikelola secara konvensional, semisal budidaya buah naga, nanti penduduk yang terlibat langsung. Hasil panen didistribusikan ke pasar yang disediakan Pemerintah Desa Bumiaji,” jelasnya.

Ditambahkannya, sirkulasi uang akan berputar di dalam desa dan bisa meningkatkan penghasilan di desa yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pembangunan targetnya Desember untuk promosi. Itu yang kami harapkan. Tapi melihat situasi ke depan, ya kami harap segera selesai, asal Covid-nya nggak ngamuk,” kelakar Sastro.

Diakuinya, sulit untuk mengkalkulasi modal dan daya tarik. Untuk itu, pihaknya melibatkan Kadin, Unibraw serta UMM untuk menyumbangkan ide. “Tapi jangan konsep pertanian konvensional. Ya nggak akan maju pertanian kita, karena rantai distribusi yang panjang permainan tengkulak akan semakin membenamkan kesejahteraan petani,” tambah Sastro.

Sementara Ketua KADIN Kota Batu, Endro Wahyu menambahkan bahwa Batu Love Garden adalah upaya dan bentuk sinergitas antara pemerintah desa dan swasta untuk mewujudkan visi misi Desa Berdaya Kota Berjaya. Tujuannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Dengan hadirnya Batu Love Garden di Desa Bumiaji. Kami harap mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar. Karena nanti dalam pengelolaannya dilakukan oleh Bumdes dan warga sekitar,” beber Hendro.

Dengan adanya sosialisasi kemarin, ia berharap ada kesepakatan bersama baik anatara Kades, BPD,masyarakat serta Jatim Park Group. Sedangkan KADIN Kota Batu hanya mendorong dan menjembatani pihak desa dan JTP Group agar wisata tersebut digarap secara profesional dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan.

Ia menerangkan, untuk luas lahan Batu Love Garden sekitar 8 hektar. Dengan tanah kas desa (TKD) Bumiaji seluas 2 hektar dan lahan milik JTP Group seluas 6 hektar.

Untuk bangunan fisik hanya sekitar 5-10 persen. Sisanya merupakan ruang terbuka yang dipenuhi dengan potensi desa seperti beragam jenis bunga, spot selfie, hasil ketrampilan atau kerajinan dari masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Bumiaji Edy Jabo Suyanto menyambut baik kerja sama yang dilakukan Pemdes, JTP dan KADIN Kota Batu. Selama pembangunan wisata yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat desanya dan ramah lingkungan.

“Kami menyambut baik dengan adanya pembangunan desa wisata ini. Karena bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik lapangan pekerjaan, pengelolaan, dan ada peningkatan PADes,” harapnya.

Melalui desa wisata, lanjut dia, secara tak langsung akan menggali potensi produk-produk di Bumiaji. Yang kemudian mampu diakomodir oleh destinasi wisata Batu Love Garden sebagai pasarnya.

Sesuai rencana, berbagai fasilitas bakal disuguhkan mulai dari pasar buah dan bunga, ruang pamer, love garden, taman bunga tematik dari beberapa negara, taman 1000 air mancur, green house, cold storage, holtikultura, nursery atau tempat pembibitan, dan area flower parade. (bir/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler