Connect with us

Hukum & Kriminal

Miras Oplosan Sudah Beredar di Kalangan Pelajar SMP di Kota Batu

Diterbitkan

||

Miras Oplosan Sudah Beredar di Kalangan Pelajar SMP di Kota Batu

MEMONTUM KOTA BATU – Berawal dari adanya kesalahpahaman di SMPN 2 Batu. Beberapa waktu lalu ada salah satu peserta didik yang diduga mengoplos minuman. Akhirnya pihak sekolah mengetahui bahkan sempat mengintimidasi murid tersebut supaya mengakui. Beruntung Bhabinkamtibmas sudah bisa memediasi dan semuanya sudah selesai.

Akhirnya Kapolsek Batu AKP M. Lutfi tetap menyoroti permasalahan minuman oplosan yang kini mulai menghantui peserta didik di Kota Batu.

” Jangan sampai generasi muda terjebak hal negatif seperti miras apalagi narkoba. Kita akan memantau terus untuk melindungi masa depan mereka,” kata M. Lutfi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batu AKP Hendro Tri Wahyono mengaku sangat menyayangkan jika kasus minuman keras oplosan ini telah sampai pada anak didik tingkat Sekolah Menengah Pertama, mengingat peserta didik pada tingkat tersebut memang membutuhkan pantauan langsung baik dari sisi keluarga, sekolah, dan lingkungan.

” Apalagi anak umur tingkat SMP itu memang sedang masa pencarian jati diri sehingga harus diperhatikan dan diarahkan,” paparnya.

Ia menambahkan kedepannya pihak Polres Batu selain melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya minuman keras, juga akan beraudensi dengan pihak sekolah di Kota Batu untuk memberikan bimbingan dan sangsi tegas jika mendapati peserta didiknya mulai berkecimpung dengan minuman keras.

“Akan sangat disayangkan sekali jika peserta didik di Kota Batu harus hancur masa depannya akibat dari minuman keras,” terang Hendro.

Waka Kesiswaan SMPN 2 Kota Batu, Eko Purnomo tidak menampik bahwa pihaknya dalam beberapa hari terakhir diterpa dengan minuman keras oplosan.

Bahkan ia membenarkan jika kemarin ada permasalahan minuman keras oplosan.

” Tapi bisa ditanyakan langsung kepada kepala sekolah. Hanya kesalahpahaman antara wali murid dan pihak sekolah, itu sudah selesai,” kelitnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono mengaku bakal mengkroscek secara langsung masalah ini dengan mendatangi SMP Negeri 2 Batu.

” Dalam waktu dekat, saya mewakili DPRD Batu akan mengkroscek dari kedua belah pihak tentang masalah ini dengam mendatangi sekolahan dan bertemu kedua belah pihak,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Ia tidak menyetujui adanya pelajar yang minum-minuman keras apalagi oplosan. Karena oplosan sudah membunuh banyak orang. Lalu, menyoroti tindakan sekolah yang diduga mengintimidasi salah satu muridnya untuk mengakui kesalahan yang belum tentu ia perbuat, Hari Danah kurang setuju.

” Seharusnya tidak perlu ada intimidasi, sekolah harus memiliki bukti dan saksi. Apakah memang dia (murid) melakukan perbuatan kurang terpuji itu atau tidak, kita juga harus konsentrasi pada sisi peredarannya, yakni pada pengedarnya juga harus mendapatkan sangsi tegas. Apalagi informasinya intimidasi kepala sekolah mengancam mengeluarkan dia bahkan menganiayanya, Itu kurang benar,” tambah dia.

Tapi, jika memang murid tersebut melakukan, pihak sekolah bisa memberi sanksi berat. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu supaya masalah ini tidak terulang kembali. Dindik harus memberikan pembinaan kepada pihak sekolah terutama guru.

” Untuk itu dia mendukung memaksimalkan Perda Miras demi pemberantasan oplosan dan minuman keras yang membahayakan kalangan pelajar. Kalau perlu ditumpas habis,” tutupnya. (bir/yan)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Sebulan Dikejar, Sembilan Budak Narkoba Dilibas Polres Batu

Diterbitkan

||

Sebulan Dikejar, Sembilan Budak Narkoba Dilibas Polres Batu

MEMONTUM KOTA BATU – Satnarkoba Polres Batu kembali mengungkap peredaran narkoba jenis sabu. Dalam sebulan, sembilan tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti sabu-sabu seberat 35,74 gram.

Hasilnya dalam rilis yang digelar di Mapolres Batu Selasa (19/11/2019), sembilan tersangka terdiri dari dua pengedar, yakni Yoga Andi Wantoro (23) asal Jalan Darsono Gg Rajawali, RT 5 RW 9 Kelurahan Ngaglik, Kec/Kota Batu dan Hasan Purnomo (24) Jalan Darsono Gg Gelatik RT 5 RW 9 Kelurahan Ngaglik, Kec/Kota Batu. Keduanya tertangkap basah dirumah masing-masing.

Kemudian tiga kurir diantaranya Ismail Hasanudin asal Pesanggrahan, Wahyu di Songgoriti, dan Muhammad Yudik asal Ngaglik.

Sementara pemakai adalah Adi Setiawan alias Keceng asal Kelurahan Sisir, Deny Agung Asmoro asal Desa Pandanrejo, dan Damayanti Canidia alias Maya asal Desa Jedong, Kecamatan Wagir. Serta satu lagi pemakai masih di bawah umur dengan usia 16 tahun berinisial NEW asal Desa Giripurno.

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK M.I.K mengatakan bahwa penangkapan sembilan tersangka merupakan penangkapan yang telah dilakukan Satnarkoba Polres Batu selama satu bulan ini.

“Penangkapan pengguna narkotika jenis sabu-sabu terus dilakukan di wilayah hukum Polres Batu. Dengan barang bukti sabu mencapai 35,74 gram. Ini artinya ada 179 generasi muda terselamatkan karena satu gram sabu biasa dikonsumsi oleh lima orang,” ujar Harvi kepada awak media Selasa (19/11/2019).

Ia menerangkan para tersangka ditangkap dengan waktu dan tempat berbeda dalam sebulan. Diantaranya Bumiaji, Songgoriti, Pesanggrahan, Ngaglik, Temas dan Pandanrejo. Dengan para tersangka memiliki pekerjaan mulai dari driver ojek online, bengkel, petani, serabutan serta pengangguran.

Dari hasil penangkapan, pengedar meraih keuntungan setiap bulan Rp 4 juta. Kurir Rp 200 ribu dengan transaksi maksimal dua kali per bulan.

Sementara untuk pengguna membeli sabu per poket Rp 200 ribu. Dengan penjualan per gram sabu Rp 1,2 juta dari total sabu yang berhasil diamankan senilai Rp 42,8 juta.

“Akibat dari tindakan melanggar hukum para tersangka dikenakan pasal 112 dan 114 tentang penyalahgunaan narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara” pungkasnya. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Arek Poncokusumo Setubuhi Gadis Belia

Diterbitkan

||

Arek Poncokusumo Setubuhi Gadis Belia

MEMONTUM KOTA BATU – Seorang pemuda berinisial YR (18) asal Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang ditahan Polres Batu. Ia ditangkap Satreskrim Polres Batu berdasarkan laporan dari orang tua Kl, perempuan yang masih di bawah umur dan telah menjadi korban rayuan tersangka.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama dalam rilis yang digelar di Polres Batu, Senin (12/11/2019), menjelaskan, YR ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Gondanglegi. Petugas mengamankan YR setelah sebelumnya orangtua KI melapor ke Polres Batu.

“Peristiwa terjadi pada 23 Oktober lalu. Pada 29 Oktober, orangtua korban melapor. Sehari kemudian kami amankan pelaku di rumah saudaranya di Gondanglegi,” ujar Harvi, Senin (12/11/2019).

YR mengenal KI selang dua bulan berkenalan. Perkenalan awalnya terjadi di sosial media, Facebook. Kemudian berlangsung ke WhatsApp. Mereka berdua adalah tetangga desa di sebuah Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

YR kemudian mengajak KI menuju Kota Batu. Keduanya menyewa sebuah kamar villa di Songgoriti. Dengan tarif Rp 70 ribu per malam.

YR merayu KI sebelum menyetubuhinya. Ucapan-ucapan mesra disampaikan ke KI oleh YR. Bahkan YR menegaskan akan bertanggungjawab jika KI hamil. KI pun tergiur oleh rayuan gombal YR.

Mereka berdua menginap semalam di sebuah villa di Songgoriti. Keesokan harinya, YR memulangkan KI. Namun kemudian KI mengadu ke orangtuanya.

Orantua KI yang mendengar keluhan putrinya langsung membuat laporan ke Polres Batu. Akibat perbuatannya itu, YR dijerat Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 yang telah diubah dalam UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Selain menangkap tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti (BB), 1 buah kaos warna merah muda motif garis, 1 buah celana jeans warna biru, 1 buah celana dalam warna cream, 1 buah bra warna putih milik korban.

Lalu, BB dari tersangka yaitu 1 buah jaket warna abu-abu, 1 buah sepeda motor Suzuki FU warna hitam nopol N 3520 IS beserta kunci dan handphone tersangka.

YR mengaku mencintai KI. Atas dasar itulah ia mengajak KI berkencan dan berhubungan intim. Namun YR tidak menyadari bahwa KI masih berada di bawah umur.

“Saya menyayangi KI namun tidak tahu kalau Kl masih di bawah umur,” ujar YR saat ditanya Harvi. (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Kejaksaan Negeri Kota Batu Serahkan LO ke Pemkot Awal 2019

Diterbitkan

||

Kejaksaan Negeri Kota Batu Serahkan LO ke Pemkot Awal 2019

MEMONTUM KOTA BATU – Kejaksaan Negeri Batu, melalui Kepala Seksi Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara ( Kasi Datun ) I Nyoman Sugiarta SH MH, akhirnya angkat bicara, terkait surat dari Forum Warga Batu, yang menanyakan piutang pajak Pemkot Batu,yang sudah dibuat Legal Opinion ( LO ) oleh Tim Pengacara Negara Kejaksaan Negeri Batu.

Untuk diketahui, hal tersebut sudah ramai dikabarkan oleh beberapa media sebelumnya, dari beberapa warga yang tergabung di FWB, telah mengirimkan surat ke – Kejaksaan untuk menanyakan janji Kejari Batu Sri Heny Alamsari SH MH, terkait janjinya yang bakal membuat LO.

Sedangkan terkait piutang pajak Pemkot Batu berkisar Rp 24,4 miliar. Hal tersebut disampaikan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Batu, I Nyoman Sugiarta, diruang kerjanya Jum’at 8/11/2019.

Menurut Nyoman, LO tersebut sudah rampung sejak 5 Desember 2018, saat itu juga Nyoman mengaku langsung menyerahkan ke Pemkot Batu, pada Dinas Keuangan Daerah Kota Batu, untuk meyakinkan hal tersebut pada wartawan Nyoman juga menunjukkan tanda terima,sebagai bukti penyerahan LO tersebut ke Dinas Keuangan Daerah Kota Batu.

Dengan begitu, Nyoman mengaku ada enam poin terkait pendapat hukum isi di LO tersebut. Salah satunya poin yang mendasar menurut Nyoman, memberi rekom kepada Pemkot Batu, agar meminta pendapat kepada dua ahli.

” Ahli pajak dan ahli tata usaha negera. LO ini juga diminta oleh BPK pada bulan Januari 2019, dan itu sudah kami serahkan. Tapi semua itu dikembalikan ke pihak Pemkot Batu.

Mau mengarah ke penggelapan pajak dan sebagainya itu yang punya kewenangan kembali lagi ke Pengadilan Pajak. Kalau dari tim kejaksaan terkait dengan LO tersebut, hanya sebatas memberi pandangan hukum saja,” jelas Nyoman.

Selain itu, lanjut Nyoman, dalam menjalankan pemberkasan LO tersebut, bersama timnya, diakui saat itu memakan waktu sekitar satu bulan lebih. Saat disinggung, terkait prahara piutang pajak yang belum ada kejelasannya, apa bisa dihapus atau di butuhkan.

” Ya ini hal yang pertama kali saya tangani dan hal yang sangat luar biasa.Tapi semua itu kembali lagi kepada Pengadilan Pajak yang bisa menangani hal ini semua ,” timpalnya.

Ditempat yang sama, Ketua FWB Kayat Hariyanto SH, bersama beberapa rekannya mengaku heran setelah mendapat penjelasan dari Nyoman.

” Artinya LO tersebut sudah diserahkan ke Pemkot Batu sejak 5 Desember 2018 silam.

Semua ini akan menambah pertanyaan kami dengan rekan – rekan, ada apa dibalik ini semua ,” seru Kayat heran.

Dengan demikian, Kayat berjanji akan mencari kejelasannya sampai menjadi terang benderang. Agar itu semua menjadi gamblang dan tidak saling mencurigai dibalik mesteriusnya piutang pajak dengan besaran yang sangat fantastis itu.

Di tambahkan oleh Gaib Sampoerna menurutnya, itu semua menambah rasa ingin terbongkarnya misteri piutang pajak yang dimaksud, semakin besar.

“Demi keterbukaan dan demi masyarakat Kota Batu, kami bersama FWB akan menelusuri di balik misteriusnya piutang pajak Pemkot Batu yang tak kunjung rampung ini,” pungkas Gaib yang diamini rekan – rekannya (bir/yan)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler