Kota Batu
Dinas Pertanian Batu Sosialisasikan Rencana Pembangunan Cold Storage bersama Tokoh Masyarakat hingga Rt di Dadaprejo

Memontum Kota Batu – Dinas Pertanian Kota Batu menghadiri pertemuan bersama tokoh masyarakat dan para Ketua Rt dan Rw se-Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, di balai pertemuan setempat. Pertemuan itu sengaja digelar, untuk mensosialisasikan rencana program pembangunan cold storage (alat pendingin, red) untuk sayur dan buah.
Rencana proyek ini, merupakan salah satu program prioritas dalam RPJMD 2017-2022. Untuk ranah pembangunannya, akan dilakukan Dinas Pertanian Kota Batu.
Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono, mengatakan bahwa pembangunan untuk cold storage akan dilakukan pada 2022. Untuk lokasinya, telah dipilih di Kelurahan Dadaprejo, yang merupakan aset lahan milik Pemkot Batu.
“Jelang realisasi proyek itu, kami telah mensosialisasikan kepada masyarakat Dadaprejo. Ini dilakukan, untuk memberikan pemahaman serta menjaring masukkan dari masyarakat,” kata Sugeng, Rabu (22/12/2021).
Dirinya menambahkan, semula ada dua alternatif tempat untuk pembangunan cold storage. Yakni di Desa Sumber Brantas dan Desa Pendem. Namun, dua lokasi kurang representatif dari segi kelayakan. Serta, Pemkot Batu tidak memiliki aset lahan di lokasi tersebut.
“Dari segi kajian, Kelurahan Dadaprejo cukup memenuhi. Apalagi, kami memiliki aset lahan di sana,” ujar dia.
Diperkirakan, tambahnya, pembangunannya akan menelan anggaran sekitar Rp 16 miliar. Karena, mesin yang akan didatangkan, memiliki kapasitas hingga menampung 300 ton hasil pertanian. Sementara untuk lahan yang akan dimanfaatkan, luasnya berkisar 5 ribu sampai 6 ribu meter persegi dari luas keseluruhan 10,2 hektar.
Pengadaan cold storage ini, tambahnya, sebagai strategi yang diyakini bisa mengantisipasi anjloknya harga sayur dan buah saat panen raya di Kota Batu. Dengan pembangunan dua cold storage tersebut, diharapnya bisa menyimpan hasil produk pertanian petani ketika harga rendah akibat panen raya. Selain itu, juga untuk menyimpan hasil pertanian agar tidak mudah busuk.
Baca juga :
- Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan
- Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak
- Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN
- Peras Pengasuh Ponpes Atas Dugaan Asusila, Oknum Wartawan dan Aktivis Perlindungan Anak Kota Batu Ditangkap
- Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan
“Memang hulunya, sentra penghasil sayur atau buah berada di Kecamatan Bumiaji, tepatnya Desa Bumiaji. Di sini, Kelurahan Dadaprejo sebagai hilirnya. Harapan kami, ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di sini,” ujar Sugeng.
Jika terealisasi, ujarnya, maka Pemkot Batu satu-satunya pemerintah daerah, yang memilki cold storage sayur mayur. Serta, diharapkan bisa membentuk zona perekonomian baru di Kelurahan Dadaprejo, atau semacam eduwisata.
Sehingga, lanjutnya, bisa menyerap tenaga kerja yang menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Apalagi komoditi holtikultura berupa sayur dan buah memiliki potensi ekspor cukup tinggi.
“Untuk tahap awal, kebutuhan tenaga kerja sekitar 30 orang. Tidak menutup kemungkinan jika perkembangannya cukup pesat, maka ada serapan tenaga kerjanya juga ikut naik. Badan usaha milk kelurahan juga bisa dilibatkan sebagai penyuplai sayur atau buah ke hotel atau restoran,” paparnya.
Dirinya menambahkan, dalam realisasi proyek ini, pihaknya melibatkan sejumlah OPD. Hal ini berkaitan dengan fasilitas penunjang. Semisal peningkatan kelas jalan yang akan diampu oleh DPUPR Kota Batu. Peningkatan akses jalan ini agar memudahkan akses kendaraan pengangkut menuju lokasi cold storage.
“Yang pasti, agar lalu lintas lancar dan tidak mengganggu lalu lalang kendaraan. Kendaraan pengangkutnya berupa mobil box. Itupun tidak setiap hari mengangkut karena cold storage digunakan saat tertentu,” terangnya.
Dari segi pengolahan limbah, juga berkolaborasi dengan DLH Kota Batu. Sugeng menuturkan, ada dua jenis limbah yang dihasilkan. Yakni limbah cair yang dihasilkan dari cucian sayur. Sebelum dibuang ke drainase, limbah cair itu akan diolah lebih dulu melalui IPAL.
“Lalu limbah padat sayur mayur akan difermentasi untuk pupuk organik,” paparnya. (bir/sit)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















