Jempolan

Mayrizka Safira Arindya, Penari Asal Batu Meriahkan HUT Memo X

Diterbitkan

-

GEMULAI : Suguhan Tari Jejer Jaran Dawuk asal Banyuwangi yang diperagakan oleh Mayrizka Safira Arindya di HUT Ke 4 Harian Pagi Memo X, Minggu (28/10/2019). (Galih)
GEMULAI : Suguhan Tari Jejer Jaran Dawuk asal Banyuwangi yang diperagakan oleh Mayrizka Safira Arindya di HUT Ke 4 Harian Pagi Memo X, Minggu (28/10/2019). (Galih)

Memontum Malang – Melalui seni tari, dara cantik bernama Mayrizka Safira Arindya ingin melestarikan budaya tari tradisional Indonesia kepada generasi muda.

Saat ini, menurut Mayrizka, budaya asli Indonesia khususnya tarian sudah mulai tergerus budaya asing. Pesatnya industri K-POP asal Korea Selatan mengancam budaya negeri jika tidak dilestarikan. Untuk itu siswi SMK Negeri I Kota Batu Kelas XIII Jurusan Tata Kecantikan ini memantapkan niat dan hatinya menggeluti seni tari.

“Alasan saya menggeluti tari selain hobi sejak kecil terpenting yaitu melestarikan budaya tradisional Indonesia yaitu tari,” kata Mayrizka setelah menampilkan Tari Jejer Jaran Dawuk asal Banyuwangi ketika acara HUT Ke 4 Harian Pagi Memo X, Minggu (28/10/2019) siang, di Convention Hall Sengkaling, Kota Malang.

Harapan perempuan yang beralamatkan di Jalan Sajid Nomor 2, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, dengan melihat atraksi menarinya, penonton yang menyaksikan terutama remaja bisa tergugah, kemudian ikut berperan aktif melestarikan tarian tradisional demi menjaga budaya sendiri.

Advertisement

“Jangan sampai terbawa budaya luar, kalau tidak kita, siapa lagi yang melestarikan. Untuk kaum remaja biar mengingat budaya sendiri dan tidak terbawa budaya luar,” tambah putri pasangan Andik Hanafi dan Rini kelahiran Kota Batu, 8 Mei 2012 ini.

May mengaku hobi tari muncul sejak kecil karena darah seni yang diturunkan dari orang tuanya, lalu mengikuti Tari Semut di salah satu gelaran Pemkot Batu dan terus berlanjut. Sekarang Mayrizka terus menimba ilmu di Sanggar Karawitan Indonesia (SKI) dan Suara Untuk Indonesia (SUI) Kota Batu.

Bukan hanya mengisi acara, beberapa ajang perlombaan tari juga sering ia ikuti dan menorehkan beberapa prestasi bergengsi kelas beregu.

Misalnya menjadi Juara I FLS2N tingkat Kota Batu tahun 2016 silam dengan mengangkat cerita petani yang sering pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Kemudian, Juara Harapan I Tari Beregu Tingkat Jatim menampilkan Tari Sri Kandi.

Advertisement

“Budaya itu sangatlah perlu untuk di lestarikan dan salah satu caranya adalah kita mau belajar menari, bahkan kalau kita mampu kita juga harus bisa mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena pada dasarnya merekalah yang akan menjadi penerus bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini,” tutupnya. (tim/oso)

 

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas