Olahraga

Walikota Dewanti Soroti Kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Yang Banyak Diduduki Pejabat OPD

Diterbitkan

-

Walikota Dewanti Soroti Kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Yang Banyak Diduduki Pejabat OPD

MEMONTUM KOTA BATU – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko soroti kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batu periode 2017-2022. Pasalnya mayoritas pengurus diisi oleh pejabat Pemkot Batu.

Hal itu disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Batu ini dalam pengukuhan Dekranasda Kota Batu periode 2017-2022 yang digelar di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu, Senin (2/12/2019).

“Selama ini peran Dekranasda di Kota Batu belum terlihat. Jadi pelaku UMKM di Kota Batu maju karena usaha dan kerja kerasnya sendiri,” ungkap Dewanti dalam sambutannya.

Selain itu, lanjut dia, hampir mayoritas dari pengurus Dekranasda diisi oleh pejabat Kota Batu. Mereka yang menjabat banyak dari kepala dinas, kepala bidang, dan kepala seksi dari beberapa OPD yang bukan ahli dibidangnya.

Advertisement

Beberapa pengurus terpilih meliputi Ketua Umum, Wibi Punjul Santoso, Ketua Harian, Eko Suhartono selaku Kepala Diskumdag, serta Sekretaris diisi oleh Sekretaris Diskumdag, dan bendahara yang diisi juga oleh Bendahara Diskumdag Kota Batu.

Begitu juga dengan bidang-bidang lainnya yang diisi oleh pejabat dari Diskumdag. Hal itulah yang menjadi sorotan bagi Dewanti dalam pengukuhan Dekranasda Kota Batu.

Disisi lain, ia mengungkapkan pertumbuhan UMKM di Kota Batu mampu tumbuh pesat. Itu karena beriringan dengan pertumbuhan wisata Kota Batu yang semakin pesat.

“Untuk Kota Batu sendiri, khususnya UMKN di bidang produk olahan dari bahan baku pertanian dan buah tumbuh pesat. Bahkan kualitasnya juga mampu bersaing dengan produk UMKM tingkat provinsi,”bebernya.

Advertisement

Sebaliknya, lanjut Dewanti, untuk produk kerajinan sangat kurang sekali. Meskipun saat ini sudah terlihat progresnya.

“Meski produk kerajinan kurang, Alhamdulillah saat ini progres sudah luar biasa. Contohnya seperti pengrajin batik yang mampu bertahan seperti batik Olive dan Anjani. Sedangkan yang mampu berkembang seperti batik Dwi Satriyo, Batik Ciprat dan banyak lagi, Untuk itu Pemkot Batu terus melakukan upaya agar kerajinan terus berkembang melalui kebijakan seperti mewajibkan ASN menggunakan batik khas Kota Batu. Bahkan saat melakukan dinas luar,” bebernya.

Dalam pengukuhan tersebut turut hadir Ketua Dekranasda Jatim Arummi Bachsin. Ia menyampaikan bahwa ini merupakan peristiwa penting baginya. Istri dari Wagub Jatim ini berharap Dekranasda Kota Batu mempu bermitra dengan pemerintah, namun bukan untuk membebani.

“Dekranasda harus merangkul semua dan berkoordinasi dengan semua bidang. Dengan begitu pelaku UMKM akan terus berkembang di Kota Batu,” bebernya.

Advertisement

Ia juga mengapresiasi Kota Batu yang baru berusia 18 tahun, namun dalam setiap tahunnya kunjungan wisatawan mampu mencapai 6 juta wisatawan. Hal itu juga dimanfaatkan oleh masyarakatnya untuk menciptakan peluang usaha melalui UMKM.

“Ini artinya SDM Kota Batu sangat maju. Karena sudah mampu memanfaatkan peluang yang ada dan memanfaatkan potensi yang ada di Kota Batu seiring pertumbuhan wisatanya,” papar Arummi.

Tak hanya itu, Kota Batu telah berhasil membentuk image sehingga kunjungan wisatawan terus bertambah. Bahkan melalui kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah membuat pelaku UMKM terus tumbuh di Kota Batu.

Serta diera pasar bebas ini, ia berharap Pemda memberikan bimbingan kepada pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Satu lagi, Arumni juga melihat potensi pertanian mawar yang ada di Kota Batu agar dimanfaatkan sebagai essential oil atau aroma terapi. (bir/yan)

Advertisement

 

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas