Kota Batu
Gubernur Jatim Minta Perbankan Kawal Pedagang Sayur di Pasar Induk Kota Batu dari Praktik Rentenir

Memontum Kota Batu – Keberadaan pedagang sayur di Pasar Induk Kota Batu, mendapat perhatian lebih dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (25/03/2023) tadi. Pemandangan itu, nampak saat Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Kota Batu, melakukan peninjauan ke pasar yang sebentar lagi akan dimaksimal oleh pedagang, paska revitalisasi rampung.
Dalam rangkaian safari ramadannya, gubernur meminta kepada perbankkan untuk memberikan suport kepada pedagang sayur. Utamanya, terhindar dari jeratan praktik rentenir agar bisa terus berkembang. Terlebih, rencana operasional pedagang yang akan berlangsung sejak pukul 00.00 hingga 05.00.
“Nanti, di bagian belakang pasar ini akan ada kegiatan pedagang sayur mulai pukul 00.00 WIB sampai 05.00 WIB. Saya minta, Bank Jatim untuk memberikan suport mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 10.00 pagi,” terang Gubernur Khofifah, saat meninjau di Pasar Induk Kota Batu, yang kini sudah masuk tahap 90 persen revitalisasi.
Baca juga :
- Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan
- Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak
- Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN
- Peras Pengasuh Ponpes Atas Dugaan Asusila, Oknum Wartawan dan Aktivis Perlindungan Anak Kota Batu Ditangkap
- Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan
Mengapa harus ada support perbankan, tegas Gubernur Khofifah, karena dari penetapan waktu yang ditentukan (operasional, red), di sini pedagang sebelum belanja harus sudah bisa mengakses keuangan di bank. “Nah, ketika sebelum pedagang ini belanja, itu bisa mengakses bank. Dari support bank ini, juga bertujuan supaya pedagang terhindar dari rentenir,” jelasnya.
Sehingga, tambahnya, ada tim dari Pasar Induk ini yang juga mempelajari mekanisme sistem perbankan yang support pada pedagang. “Secara mekanisme, mereka belanja mendapatkan modal dari Bank Jatim. Dan, maksimal tiga hari akan belanja kembali. Saat hari keempat, maka harus terselesaikan pinjaman awal. Baru, pinjam di hari berikutnya,” tuturnya.
Dengan adanya support perbankan ini, ujarnya, diharapkan bisa dijalankan di Pasar Induk Kota Batu. “Jadi, harus ada perbankan yang standby di pasar induk seperti ini. Untuk memberikan support kepada pedagang yang membutuhkan pembiayaan,” paparnya. (put/sit)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















