Kabar Desa
Batik Ecoprint Karya Pokja 2 PKK Kelurahan Temas Kota Batu Tarik Minat hingga Luar Jawa

Memontum Kota Batu – Batik Ecoprint atau batik ramah lingkungan yang diproduksi kelompok kerja (Pokja) 2 PKK Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu, mendapat respon positif tidak hanya dari masyarakat Kota Batu. Namun, seperti wilayah Bantul, Jawa Tengah, juga sangat merespon mengenai keberadaan batik tersebut.
Disampaikan Lurah Temas, Adi Santoso, bahwa bahan yang dipakai untuk pembuatan batik ini sangat simpel, karena masih menggunakan bahan dasar alami sebagai penguat warna. Dan, batik ecoprint tidak kalah dengan Batik Tulis.
“Batik Ecoprint adalah batik yang dibuat dari daun-daunan sekitar kita. Tanpa campuran bahan kimia, sehingga aman dipakai,” terang Adi, saat ditemui di pendopo Kelurahan Temas, Jumat (10/03/2023) tadi.
Baca juga:
- Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan
- Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak
- Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN
- Peras Pengasuh Ponpes Atas Dugaan Asusila, Oknum Wartawan dan Aktivis Perlindungan Anak Kota Batu Ditangkap
- Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan
Untuk teknik pembuatan, tambahnya, tidak menggunakan mesin. Dimana, hanya dibutuhkan kompor dan panci aluminium untuk merebus bahan, hingga menjadi batik yang siap pakai. Sementara untuk pengeringannya, tidak membutuhkan panas matahari secara langsung.
“Ini benar-benar alami. Hanya butuh kompor dan panci sebagai alat utama. Setelah itu, dengan menggunakan tangan secara manual dan dijemur. Untuk pengeringan, butuh waktu dua minggu setelah itu dicuci, supaya warna dan coraknya kuat,” jelasnya.
Mengenai harga, menurut Adi, standarnya mencapai Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu perlembar kain batik ecoprint. Dari harga yang dibandrol oleh Pokja 2 PKK Kelurahan Temas, peminatnya sudah mencapai NTT dan NTB. Serta, di Bantul Jawa Tengah juga warga Kota Batu sendiri.
Oleh sebab itu, tambahnya, untuk meningkatkan pasar, sudah melakukan kerja sama dengan toko pusat oleh-oleh yang ada di Kota Batu dengan menggunakan brand label Pokja 2 PKK Kelurahan Temas. “Untuk meningkatkan pasar di Kota Batu, maupun supaya dikenal oleh masyarakat luas di luar Kota Batu, kita sudah melakukan komunikasi dengan salah satu toko pusat oleh-oleh. Nantinya, kita akan kerja sama dan sekarang masih dibicarakan lebih lanjut supaya berjalan dengan baik,” paparnya. (put/sit)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















