Kota Batu
Penempatan Pasar Induk Among Tani Dilakukan Bertahap, 1.097 Pedagang Pasar Pagi harus Menunggu

Memontum Kota Batu – Diskumdag Kota Batu menggelar pertemuan dengan Komisi B dan C DPRD Kota Batu, yang juga turut dihadiri pihak konsultan PT Bina Karya serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Senin (22/05/2023) tadi. Dalam pertemuan yang membahas rencana pemindahan pedagang dari lahan relokasi ke Pasar Induk Among Tani itu, Diskumdag menyampaikan bahwa dalam pemindahan akan lebih dahulu mengutamakan pedagang yang menempati kios dalam di Pasar Induk. Baru kemudian, 1.097 pedagang untuk di pasar pagi.
Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono, mengatakan pembangunan Pasar Induk Among Tani memang sudah rampung 100 persen. Namun, untuk memindahkan pedagang dari lahan relokasi ke dalam Pasar Induk, butuh proses khususnya bagi pedagang kaki lima (PKL) dibandingkan pedagang pasar pagi. Dalam pengaturannya, lebih mengutamakan PKL yang menempati 1.696 kios dan 934 los, karena memiliki nomor induk pedagang.
“Saat pemindahan pedagang dari lahan relokasi menuju Pasar Induk Among Tani, kami utamakan PKL yang menempati 1.696 kios, dan 934 los untuk masuk dahulu. Dan, 1.097 pedagang pasar pagi yang sekarang berada di dalam Stadion Brantas (lahan relokasi, red) menunggu dahulu sampai kios dalam Pasar Induk sudah disiapkan,” terangnya.
Untuk durasi waktu tunggu pedagang pasar pagi menempati Pasar Induk, tambahnya, akan menunggu satu sampai dua bulan setelah PKL terpenuhi. Sedangkan, untuk penempatan pedagang pasar pagi diposisikan di bagian luar sisi sebelah belakang.
Baca juga :
- Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan
- Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak
- Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN
- Peras Pengasuh Ponpes Atas Dugaan Asusila, Oknum Wartawan dan Aktivis Perlindungan Anak Kota Batu Ditangkap
- Bus Wisata Maut Asal Bali yang Regut 4 Nyawa di Kota Batu Teridentifikasi Tak Layak Jalan
“Untuk jumlah pedagang secara keseluruhan, ada 3.306 orang. Itu masih tetap dan artinya tidak boleh ada pedagang baru. PKL yang menempati kios dalam Pasar Induk, itu sudah memiliki nomor induk dan pedagang pasar pagi tidak memiliki. Dari jumlah 3.306 itu, sebanyak 1.097 orang adalah pedagang pasar pagi,” jelasnya.
Bahkan, menurut Eko, untuk operasional pasar pagi nantinya juga dibatasi sampai pukul 07.00 WIB. Sehingga, dari waktu yang ditentukan tersebut lokasi harus bersih.
“Menata Pasar Induk ini tentunya tidak mudah. Jadi, dibutuhkan waktu dan maintenance supaya manajemen tertata dengan baik. Dan, untuk pedagang pasar pagi menunggu dahulu satu hingga dua bulan setelah semua kita siapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, berharap dengan keberadaan Pasar Induk Among Tani tersebut Diskumdag harus menangani dengan baik. “Diskumdag harus menangani Pasar Induk ini dengan baik. Baik itu kebersihan, pengelolaan parkir dan penataan pedagang jangan sampai ruwet. Dan, keadilan harus diutamakan jangan sampai ada kios yang diperjualbelikan,” paparnya. (put/sit)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















