SEKITAR KITA
Wali Kota Batu Minta Workshop Video Jurnalis Dioptimalkan

Memontum Kota Batu – Konten media yang paling populer dan kini banyak digemari yaitu konten-konten jurnalistik berbasis video acara workshop. Gambaran garis besar itu, tersimpul dalam acara lembaga penyiaran publik lokal Agropolitan Televisi, saat menggelar workshop dengan mengusung tema ‘Pembuatan video jurnalis menjadi video jokey televisi’, Selasa (15/12) tadi.
Dalam pelaksanaan workshop itu, hadir Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko, bersama Direktur ATV, Dr Nurbani Yusuf dan Dewan Pengawas ATV, Didik Soemintardjo serta Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD).
Wali Kota Dewanti, dalam sambutanya menyampaikan, harapannya kepada peserta bisa meningkatkan kemampuan videonya di bidang video jurnalistik. “ATV mengadakan pelatihan ini untuk pemuda Kota Batu. Harapannya, ini bisa meningkatkan skill mereka membuat konten di media elektronik,” katanya.
Dewanti Rumpoko berpesan, supaya bisa memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Sehingga, memiliki manfaat.
“Sekarang media ini punya manfaat luar biasa untuk bisa profesional dan menjadi media promosi usaha dan tempat wisata. Itu hal yang luar biasa, ketika semua tahu teknik dan pemasaran yang baik. Karenanya, workshop ini agar dioptimalkan dengan baik,” ujarnya. (cw2)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















