Berita
Pendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Memontum Kota Batu – Regu penolong yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, PMI, Tagana, Basarnas dan RAPI, serta para relawan akhirnya berhasil menemukan Jopi Pranata, pendaki Gunung Buthak, di Kota Batu, dalam kondisi tewas, Rabu (15/4/2020) siang.
Jopi Pranata, dilaporkan hilang sejak Jumat (10/4/2020), oleh teman-temannya yang sama sama mendaki Gunung Buthak ke pihak terkait. Menurut, Koordinator Tim Reaksi Cepat Kota Batu Suhartono, operasi pencarian pendaki yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, akhirnya membuahkan hasil meski pendaki tersebut dalam keadaan meninggal usai melakukan penyisiran serta obeservasi.
“Ya sudah kami temukan dalam keadaan meninggal dunia. Sekarang petugas masih mengevakuasi jenazah dan dibawa ke pos terdekat yang berada di Coban Parangtejo, Kecamatan Dau. Evakuasi memakan waktu cukup lama, kira-kira jarak yang ditempuh jika berjalan kaki selama 5 jam,” terang Suhartono.
Sebelumnya, petugas gabungan mencari pendaki sejak Minggu (12/4/2020).
Bahkan petugas dibagi menjadi 3 tim yang berangkat dari Jalur Perinci. Total ada 26 orang di Tim 1, lalu Tim 2 berjumlah 34 dan Tim 3 berjumlah 17 orang terdiri dari anggota Basarnas, PMI, LKDH, Bakornas, Gimbal Alas, IPKA, rekan survivor, PMI, PPMR, potensi SAR, dan Garda Relawan.
Awalnya, korban bersama rombongan melakukan pendakian pada Jumat (10/4/2020). Ia diketahui hilang setelah berlari dari rombongan karena diduga kesurupan. Selama dua hari, rombongan mencari survivor, dan mendirikan tenda di Pos 3. Tapi ia baru dilaporkan kepada pihak terkait pada hari Minggu.
Rekan-rekan yang melakukan pendakian bersama Jopi, telah melakukan upaya pencarian selama dua hari. Suhartono menjelaskan, Jopi bersama 16 rekannya melakukan pendakian ke Gunung Buthak pada Jumat. Rombongan tiba di Pos 3 Gunung Buthak kurang lebih pukul 19.00 WIB, untuk beristirahat, yang kemudian melanjutkan perjalanan.
Pada saat melakukan pendakian, lanjut Suhartono, Jopi berlari ke arah bawah, ke luar dari jalur pendakian, dan melompat ke semak-semak. Saat dicek oleh rekan-rekannya, hanya ditemukan sepatu, kaos kaki, dan topi milik Jopi.
Bahkan di sekitar daerah survivor terakhir kali diketahui, ditemukan sepatu, kaos kaki dan topi milik survivor. Setelah jarak 50 meter, tidak ditemukan jejak survivor.
Kemudian, tim gabungan melakukan operasi pencarian mandiri yang dilakukan oleh Polsek Batu, Perhutani, Linmas, warga, relawan dan dua orang rekan korban, yang berangkat hari ini, pukul 06.00 WIB via Parangterjo, Desa Princi, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Saat ini personel dari Basarnas Surabaya, Koramil Junrejo, Polsek Junrejo, Perhutani, Perangkat Desa Tlekung, Tagana Kota Batu, RAPI Kota Batu, Linmas Tlekung dan warga setempat melakukan koordinasi untuk operasi pencarian pendaki hilang lebih lanjut di Pos Parangtejo. (lih/yan)
- Pemerintahan5 tahun
Fraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
- Pemerintahan5 tahun
Usai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
- Pemerintahan5 tahun
Batu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
- Hukum & Kriminal5 tahun
Rugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
- Pemerintahan5 tahun
Pasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
- Berita4 tahun
JTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
- Berita5 tahun
Warga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit
- Pemerintahan4 tahun
Kusuma Agrowisata Hotel Bandel, Masih Terima Tamu Bermalam