Kota Batu
20 Persen SK Pedagang Hilang, Rencana Pemindahan Barang ke Pasar Induk Among Tani Ditunda

Memontum Kota Batu – Sejumlah pedagang di lahan relokasi masih menunda proses pemindahan barang ke Pasar Induk Among Tani. Penundaan itu dilakukan, karena ada sebanyak 20 persen pedagang dari total 2.209 pedagang yang memiliki SK, belum mendapatkan bedak dan kunci di pasar baru tersebut.
Ketua Pedagang 9 Zona Pasar Induk Kota Batu, Muhammad Ali Zubaidi, mengatakan bahwa untuk saat ini proses pemindahan barang dari lahan relokasi ke tempat yang baru, masih ada kendala. Karenanya, pedagang sepakat menunda pelaksanaan pemindahan barang.
Baca juga :
“Jadi, proses pemindahan barang ke Pasar Induk Among Tani, untuk sementara ini kami tunda. Karena, kami menunggu teman-teman pedagang yang terkendala untuk mengurus bedaknya,” katanya, Jumat (15/09/2023) tadi.
Kendala yang dihadapi pedagang itu, tambahnya, salah satunya seperti hilangnya SK di pedagang. “Sekarang, pedagang dan UPT Pasar sama-sama bingung untuk menangani masalah data buka tutup dan SK yang hilang,” ujarnya.
Untuk itu, paparnya, saat ini bersama pedagang berembuk tentang permasalahan proses pemindahan barang. “Pastinya, kami tidak memulai pemindahan barang dagangan sebelum semua pedagang mendapatkan bedaknya,” tambahnya. (put/gie)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















