SEKITAR KITA
DLH Kota Batu Pastikan Pembuatan Kolam di Dekat Sumber Gemulo Ramah Lingkungan
Memontum Kota Batu – Urusan sumber air bagi masyarakat di kawasan Sumber Gemulo Desa Bulukerto sangat sensitif. Masyarakat sekitar kawasan sempat ada kekawatiran sebab beberapa waktu lalu ada kegiatan pengerjaan dengan alat berat di sebelah sumber air tersebut. Kekawatiran itu menjadi wajar karena proses pekerjaan tidak ada yang mengerti bahkan pihak Desa Bulukerto juga tidak tahu menahu.
Atas ketidak jelasan informasi tersebut akhirnya warga Desa Punten, Bulukerto dan Sidomulyo dengan diwakili Komunitas Pecinta Alam (Nawak Alam) bersama MCW melakukan konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Senin (4/10/2021) jalan Panglima Sudirman No.507 Kompleks Balaikota Among Tani.
Kedatangan delegasi warga diterima langsung Kepala DLH, Aries Setiawan diruang kerjanya. Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, Koordinator rombongan, Pradipta Indra menemui awak media yang telah menunggu di depan kantor DLH. “Air merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat banyak, apalagi kalau warga merasa sumber airnya terancam ada penurunan debit air karena disebabkan kerusakan lingkungan,” ujar Indra.
Lebih lanjut kedatangan Indra di Kantor DLH Kota Batu, untuk mengkonfirmasi kolam baru yang dikatakan untuk lahan konservasi ikan. Dirinya juga menuntut kedepannya untuk melibatkan masyarakat terhadap program yang berhubungan dengan hajat hidup.
Selain itu, Indra juga menekankan Pemdes juga belum mengetahui pembangunan kolam tersebut. “Kolamnya sekitar 6 meter di setiap kubangannya. Kalau tidak menyalahi fungsi, tentu masyarakat tidak akan protes,” ujar Indra.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu Aries Setiawan saat ditemui wartawan menekankan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kades Bulukerto sebelumnya. Pembangunan kolam ikan dimaksudkan untuk lahan konservasi ikan endemik Kota Batu.
Pembangunan kolam ikan ini dikatakan berawal dari keresahan para budidaya ikan yang kebingungan lahan ketika ikan miliknya bertelur. “Jadi ada ikan Tombro Punten, Ikan Sengkaring, dan Ikan Koi. Kami menyelamatkan telurnya agar tidak terbawa arus atau dimakan ikan lain,” tegas Aris.
Oleh sebab itu, tiga kolam itu akan difungsikan untuk pemijahan telur ikan yang ada. Sehingga, ketika telur ikan sudah kembali menjadi dewasa maka benihnya akan kembali disebar ke sungai tematik di Kota Batu.
Mantan Camat Batu itu juga membeberkan tidak akan ada pembangunan di kawasan Sumber Gemulo tersebut. “Tidak ada pavingisasi untuk menuju tempat itu, tidak ada beton dalam kolamnya. Ikan endemik Kota Batu ini membutuhkan kolam dari tanah dan aliran adaptif dari sungai,” ujar Aris.
Bahkan menurutnya kawasan Sumber Gemulo nantinya juga menjadi lahan konservasi, selain untuk pembibitan ikan juga ada pohon yang ditanam guna menjaga ekosistem. “Kami akan tanami pohon disana dan untuk ikan, kita juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar membantu menyediakannya, selain itu untuk menyambut HUT Kota Batu akan ada penanaman pohon,” ujarnya. (bir/gie)
- Pemerintahan5 tahun
Fraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
- Pemerintahan5 tahun
Usai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
- Pemerintahan5 tahun
Batu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
- Hukum & Kriminal5 tahun
Rugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
- Pemerintahan5 tahun
Pasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
- Berita4 tahun
JTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
- Berita5 tahun
Pendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
- Berita5 tahun
Warga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit