Kota Batu
Harga Cabe Meroket, Petani Gagal Panen

Memontum Kota Batu – Musim penghujan membawa dampak luar biasa pada sektor pertanian. Seperti harga cabe rawit di Pasar Kota Batu, kini naik menjadi Rp 80 ribu. Sebelumnya, harga komoditas bagi penyuka makanan pedas itu, masih tertahan di angka Rp 60 ribu.
Seorang pedagang di Pasar Besar Kota Batu, Ira, mengatakan, bahwa akibat naiknya harga cabe rawit, membuat selera pembeli menjadi turun. Jika biasanya setiap beli bisa laku satu kilo, sekarang hanya sampai satu ons.
“Karena harganya naik, pembeli yang biasanya beli kiloan, sekarang hanya per ons saja. Yang jelas, sekarang cabai langka dan mahal,” katanya, Selasa (05/01) tadi.
Selain semangat pembeli yang turun, dirinya juga mengaku, mendapatkan pengurangan supply dari petani, bila dibandingkan dengan sebelum harga cabai melonjak. Dikarenakan, karena panen dan pengurangan pasokan dari petani.
Ketua Gapoktan Margomulyo, Kecamatan Pujon, Sutris, menjelaskan bahwa cabai di sawah cukup banyak mengalami gagal panen. “Cuaca ekstrim yang jadi keluhan petani. Bahkan, ada yang gagal panen sampai setengah hektar. Tapi kalau sekarang, penyiraman belum selesai sudah diguyur hujan dan otomatis jadi kurang maksimal. Penyerapan pestisida dan obat agar tidak membusuk, biasanya memakan waktu 3 jam,” jelasnya. (cw2/sit)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















