Hukum & Kriminal
Polda Jatim Lakukan Visum Dugaan Korban Tindak Asusila yang Dilaporkan Komnas PA

Memontum Kota Batu – Untuk pembuktian laporan dugaan pelecehan seksual yang terjadi di SMA SPI Kota Batu, Polda Jawa Timur tengah melakukan konstruksi kasus dan visum terhadap dugaan korban pelecehan seksual.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menuturkan pihaknya secara resmi telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual oleh terduga JE pada, Sabtu (29/05) lalu. Dikatakannya, ada tiga korban telah hadir secara langsung dengan didampingi Ketua Komnas PA (Perlindungan Anak), Arist Merdeka Sirait.
Baca juga:
- Tiga Kepala Daerah Malang Raya Komitmen Sinergi Pembangunan Transportasi Berbasis Kawasan
- Sukses Taklukan Gunung Bokong, Siswa SDN Ngaglik 1 Batu Bakal Taklukkan Gunung Buthak
- Kawal Gugatan Sengketa Tanah Lapangan Desa, Puluhan Warga Sumberejo Kota Batu Datangi PN
“Itu laporannya yang jelas kami terima dan hari ini membuat konstruksi kasus dulu, kita melakukan gelar dulu. Baru nanti kita melakukan pemeriksaan terhadap korban-korban yang tentunya harus didampingi oleh Komnas Perlindungan Anak,” bebernya, Senin (31/05) tadi.
Sementara saat disinggung teknis pemeriksaan atau visum terhadap korban yang laporan kejadian pelecehannya terjadi sejak 2009 hingga 2020, pihaknya akan menggali melalui gelar perkara.
“Dari hasil gelar nanti ini. Kemudian ditentukan apa langkah-langkahnya, nanti kita perkara dulu, dengan berkoordinasi dengan Komnas perlindungan Anak. Bukti-bukti apa yang diajukan, kita bisa lihat,” jelasnya.
Disebutkan, hingga saat ini masih 3 anak yang telah melaporkan secara resmi. Namun dikatakan, dari ke 3 anak tersebut hanya ada 1 berkas laporan yang disampaikan karena obyek materinya sama.
“Tiga orang itu informasinya masih ada beberapa lagi. Itu nanti yang jelas minggu ini kita melakukan pemeriksaan. Tapi kita koordinasi dulu dengan Komnas Perlindungan Anak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu, MD Furqon, yang selalu hadir mendampingi korban sejak awal menambahkan, proses hukum sedang berlangsung.
“Prosesnya belum selesai. Ini sudah berjalan 5 jam,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui ponsel. (bir/ed2)

Pemerintahan7 tahunFraksi PKB dan Gerindra Sepakat APBD 2020 Tetap di Kisaran Rp 1 Triliun Lebih dengan Mendongkrak Peningkatan PAD Kota Batu
Pemerintahan6 tahunUsai Hadiri Pemakaman Saudara di Pujon, Puluhan Warga Sumberejo Jalani Screening
Pemerintahan6 tahunBatu Paradise Factory Outlet Masih Bandel Buka, Meski Sudah Dapat Teguran
Hukum & Kriminal6 tahunRugikan Nasabah, Koperasi Delta Pratama Dilabrak Pemuda Pancasila
Pemerintahan6 tahunPasar Batu Berpotensi Jadi Cluster Baru Penyebaran Covid-19
Berita6 tahunJTP Group Bangun Batu Love Garden Ajak Partisipasi Warga Sekitar
Berita6 tahunPendaki Gunung Buthak Ditemukan Tewas, Lari Dari Rombongan Diduga Kesurupan
Berita6 tahunWarga Mojorejo Luruk Perumahan Taman Harmoni, Pasca Salah Satu Pekerjanya Diketahui Sakit















